SEJARAH PENYESATAN AL QUR’AN (Munculnya HADIST dan Tafsir)

SEJARAH PENYESATAN AL QUR’AN (Munculnya HADIST dan Tafsir)

Orang – orang Arab itu lebih sangat kekafiran dan kemunafikannya dan  wajar lebih tidak mengetahui hukum – hukum yang telah diturunkan Allah kepada Rasul Nya “ .Qs  At Taubah ; 97

Hai orang – orang yang beriman ,bertakwalah kepada Allah dan berimanlah kepada Rasul Nya ,niscaya Allah memberikan rahmatnya kepadamu dua bagian…” . “ Kami katakan demikian supaya ahli kitab mengetahui bahwa mereka tidak mendapat sedikitpun akan karunia Allah…”.Qs  Al Hadid ; 28 ,29 . Inilah diantara firman Allah yang menjadikan para ahli kitab Al Qur’an memilih  kekafiran setelah mereka beriman .Sehingga akhirnya timbullah kesepakatan diantara mereka untuk menyesatkan umat Islam yaitu dengan membuat kitab hadist dan tafsir . Hadist dan tafsir selain dilarang untuk diimani juga karena isinya sangat jelas bertentangan dengan Al Qur’an .Para ulama Arab pasti akan membuat /menulis hadist dan tafsir yang menguntungkan dirinya dan membenarkan golongannya masing – masing .Penyesatan yang umat dari petunjuk Allah tidak hanya terjadi pada Al Qur’an saja perbuatan itu telah dilakukan oleh orang – orang Arab (Bany Israil) terhadap kitab Taurat “Lalu orang – orang yang zalim mengganti perintah dengan yang tidak diperintahkan kepada mereka .Sebab itu Kami timpakan atas orang – orang yang zalim itu siksa dari langit karena mereka berbuat fasik “,Qs Al Baqarah ; 59 . Sangat banyak firman – firman Allah di dalam Al Qur’an yang memberitakan tentang perbuatan para ahli kitab Al Qur’an dalam menyesatkan umat Islam Qs An Nahl ; 105 , “Sesungguhnya yang mengada – adakan kebohongan hanyalah orang – orang yang tidak beriman kepada ayat – ayat Allah dan mereka itulah orang – orang pendusta”.

Kebohongan paling utama dari para ahli kitab adalah : mereka melarang membaca dan memahami ayat – ayat Al Qur’an dengan apa adanya /sebenarnya /parcial tanpa didasari asbabun nuzul dll ,mereka menganggap itu sebagai kesesatan .

Bagaimanakah penyesatan munculnya hadist dan tafsir :

Perbuatan para ulama /kyai /ustad (ahli kitab Al Qur’an) sama seperti yang diperbuat para pendeta (Taurat ,Injil), itulah Sunnah Allah pada kitab Nya .

Dan sesungguhnya Kami telah menurunkan kepada kamu ayat – ayat yang memberi penerangan dan contoh – contoh dari orang – orang yang terdahulu sebelum kamu dan pelajaran bagi orang – orang yang bertaqwa “. Qs An Nur ;  34

Hingga saat ini kita lihat umat Taurat dan Injil mereka terpecah – pecah menjadi golongan/kelompok/aliran. Disebabkan kitab masing – masing golongan merekapun berbeda – beda .Mereka tidak mengetahui golongan manakah yang benar karena masing – masing golongan merasa bahwa merekalah yang benar .Dan Allah membiarkan mereka dalam kesesatannya hingga kelak kiamat .Diberitakan di dalam Qs At Taubah ; 31 ,bagaimana kitab Taurat dan Injil telah digantikan oleh orang alim dan pendeta – pendeta mereka ,bahkan Tuhan pun mereka gantikan  . Bukankah saat ini keadaan umat Islam juga sama seperti umat Taurat dan umat Injil ? .Cara penyesatan yang dilakukan pendeta Taurat dan Injil sama dengan cara yang dilakukan para ulama untuk menyesatkan umat Islam .Apabila kita lihat sejarah perjuangan Nabi Muhamad ,bukankah para ahli kitab Injil serta kaumnya juga mengingkarinya .Ini terjadi karena kitab Injil yang diturunkan Allah telah digantikan dengan kitab buatan ahli kitab mereka masing – masing .Serta dibuatnya dalil – dalil di dalam kitab – kitab Injil buatan mereka yang mengingkari diturunkannya Nabi terakhir bernama Achmad (Qs As Saff ; 6) .Cara itupun dilakukan oleh para ulama ,beberapa contoh dalil yang bertujuan untuk mengingkari turunnya Rasul dimana dalil tersebut sangat melekat pada umat Islam diantaranya adalah : Nabi Muhamad itu adalah Nabi dan Rasul yang terakhir ,Mereka yang khufat (hafal Al Qur’an) adalah penjaga Al Qur’an , Ulama adalah penerus para Nabi ,Apabila seseorang belajar Al Qur’an tanpa guru maka gurunya adalah syaitan ,Setelah Nabi Muhamad Allah sudah tidak menurunkan wahyu lagi kepada manusia .Serta dibuatnya dalil – dalil pengkultusan terhadap/atas nama Nabi Muhamad ,bahkan kita lihat telah disejajarkan dengan Allah . Hingga pada akhirnya nanti Allah akan digantikan dengan Nabi Muhamad .Buktinya adalah : hadist dan tafsir digunakan sebagai pedoman hukum dan kitab bagi umat Islam menggantikan kitab Al Qur’an .Disejajarkan lafadz Allah dan Muhamad .Nabi Muhamad tidak boleh ditampakkan wujudnya ,dan masih banyak lagi .

Sejak wafatnya Nabi Muhamad yakni pada tahun 11 Hijriah / 632 Masehi maka kekhalifahan pada waktu itu dipegang oleh empat orang sahabat beliau secara bergiliran dari mulai : Abu Bakar Ash Shiddiq ,Umar bin Khattab ,Utsman bin Affan dan yang terakhir Ali bin Abi Thalib .Pada masa kekhalifahan Utsman bin Affan inilah Al Qur’an mulai dibukukan hingga seperti yang saat ini dapat kita lihat .Proses pengumpulan ayat – ayat Al Qur’an pada masa itu dilakukan oleh zaid bib Tsabit atas perintah Abu Bakar .Pada masa kekhalifahan empat sahabat Al Qur’an merupakan satu – satunya dasar hukum yang digunakan di dalam memutuskan suatu perkara karena hal itu merupakan ajaran dan juga perintah dari Nabi Muhamad .” Sesungguhnya orang – orang yang kafir kepada ayat – ayat Kami ,kelak akan Kami masukkan mereka kedalam neraka…”. Qs An Nisa ; 56 . Bangsa Arab pada waktu itu sangat bangga pada keturunan dan nasab mereka sehingga mereka enggan bergaul dengan bangsa lain . Tampuk pemerintahan dan jabatan – jabatan tertinggi dipegang oleh bangsa mereka sehingga bahasa yang digunakan tetap bahasa Arab yang murni dengan tata bahasa yang fasih .Dengan demikian bahasa Arab dapat terpelihara kemurniannya yang tidak dapat ditiru oleh orang – orang ajam ( pendatang ) .Pada masa akhir pemerintahan bani Umaiyah saat itulah mulai terjadi kemunduran pada bangsa Arab .Pada masa abad ke 4 – 12 H agama Islam mulai meluaskan sayapnya hingga keluar jazirah Arab .Mulailah terjadi persinggungan antara agama Islam dengan agama /adat kebudayaan bangsa lain sehingga timbullah permasalahan .Menurut mereka permasalahan akan dapat dipecahkan apabila ayat – ayat Al Qur’an itu ditafsirkan dan diberi komentar . Maka ayat – ayat Al Qur’an itupun mereka tafsirkan dan diberi komentar sehingga mengakibatkan berubahlah maksud ayat tersebut(Al Baqarah ; 75) .Kesalahan awal itu terjadi dimana seharusnya umat Islam yang wajib taat dengan hukum – hukum Allah ,bukan sebaliknya hukum Allah yang mengikuti kepentingan manusia .

Berdirinya kerajaan bani Abbas pada mulanya adalah atas bantuan dari orang – orang Persia .Pada masa itu mulailah pucuk – pucuk pimpinan di Negara Arab banyak yang dikuasai mereka ,sedang orang Arab sendiri turun kedudukannya .Sehingga di masa itu hilanglah perasaan bangga dengan nasab dari keturunan bangsa Arab ,dengan berasimilasinya Arab – Persia mulailah terjadi kemunduran dalam bahasa Arab .Muncullah keinginana dari para ulama dan ahli bahasa Arab untuk mempertahankan bahasa Arab yang kemudian pada masa itu timbullah ilmu Nahwu dan ilmu balagha yang dirintis penyusunannya mula – mula oleh Abul Aswad Ad Duali pada kisaran tahun 60H. Dimana pada saat itu tercetuslah suatu kesimpulan keputusan bersama dari ulama – ulama bahwa mukjizat Al Qur’an itu terletak pada fashaha dan balagha atau keindahan susunan kata dan gaya bahasanya yang tiada bandingannya .

Tafsir adalah sarana utama para ulama untuk menyesatkan dan memecah belah umat Islam .Di mukadimah Al Qur’an dalam bab tafsir Al Qur’anul karim dijelaskan ; Setelah wafatnya Nabi Muhamad mulailah para sahabat mengalami kesulitan dalam  menerapkan ayat – ayat Al Qur’an sebagai pedoman dalam setiap permasalahan mereka .Inilah bukti dari firman Allah :

Sesungguhnya Al Qur’an itu adalah benar – benar wahyu Allah (yang diturunkan kepada) Rasul yang mulia “.Qs Al Haqqah ; 40 ,maksudnya adalah tidak akan ada seorangpun yang dapat memahami dan menjelaskan ayat – ayat Al Qur’an selain Rasul – Rasul Allah .Pada masa pemerintahan Bany Abbasiyah diadakanlah pertemuan para ulama – ulama Arab untuk pertama kalinya .Dimana pada waktu itu terjadilah perbedaan diantara para ahli kitab pada masa itu dalam menafsirkan “ Shalat Wusta dan bukit Tsuur “.Kesalahan kedua dari para ahli kitab /ulama pada masa itu yaitu  mereka berusaha memahami Al Qur’an tanpa wahyu Allah kepada mereka .Kebanyakan ahli kitab dan ahli tafsir pada masa itu adalah murid dari Ibnu Abbas . Hal itu mereka lakukan setelah mereka mendengar dan memahami firman –firman Allah yang memberitakan perbuatan ahli kitab / yang mempelajari kitab / ulama (Al Ma-idah ; 68) .Sehingga akhirnya pada masa itu pula muncullah tafsir Al Qur’an yang pada awal mulanya hanya sebagian ayat – ayat Al Qur’an dan berkembang hingga lengkap meliputi seluruh Al Qur’an .Tafsir mulai dibukukan sejak masa pemerintahan Abbasiyah +/- 110 H dan tetap digunakan umat Islam hingga saat ini 1430 H .Jadi penyesatan Islam itu sudah terjadi selama 1320 tahun . Demikian juga dengan tafsir – tafsir yang banyak ditulis oleh ulama – ulama terkenal banyak meriwayatkan dari Ibnu Abbas .Padahal Ibnu Abbas di masanya  banyak bergaul dengan pendeta – pendeta Yahudi dan Nasrani .Maka terjadilah penyesatan tersebut dengan cara menambahkan asbabun nuzul ( sebab turunnya ayat ) disetiap surat Al Qur’an . Sepintas penambahan asbabun nuzul tersebut tampak diperlukan dan bermanfaat bagi umat Islam ,diantaranya adalah  :

1 .Mengetahui sejarah dan peristiwa sehingga turunlah ayat tersebut .

2 .Mengetahui maksud dan tujuannya ayat tersebut diturunkan .

3 .Memudahkan dalam membaca dan memahami ayat – ayat  Al Qur’an .

Disinilah letak kecerdikan dan kehalusan para ulama dalam menyesatkan umat Islam .Mereka menyembunyikan penyesatan di dalam kebenaran suatu peristiwa kejadian .Mereka tahu bahwa tidak mungkin umat Islam akan menyadari dan mengetahuinya ,hal itu dapat kita lihat umat Taurat dan Injil hingga saat ini mereka tidak mengetahui siapakah diantara mereka yang benar .

Sesungguhnya Kami lah yang menurunkan Al Qur’an ,dan sesungguhnya Kami benar – benar menjaganya “.Qs AL  HIJR ; 9 .

Akibat adanya asbabun nuzul maka ayat – ayat Al Qur’an menjadi :

  1. Cerita sejarah masa lalu .
  2. Firman Allah kepada Nabi Muhamad untuk umat manusia pada masa itu .
  3. Perintah dan larangan yang terdapat di dalam Al Qur’an sebagian besar ditujukan bagi kaum dimana ayat tersebut pada waktu diturunkannya .
  4. Menjadi berubah makna dan penjelasannya .

Allah tidak akan membiarkan Al Qur’an dihancurkan oleh orang alim dan para ahli kitabnya serta membiarkan umat Islam dalam kesesatan yang berlarut – larut . Turunnya Rasul setelah Nabi Muhamad adalah bukti bahwa Allah benar – benar menjaga kitab Al Qur’an .Merupakan suatu kesengajaan para ulama pada masa itu hingga sekarang untuk menyesatkan umat Islam .Karena mereka mengetahui perintah Allah di dalam Al Qur’an kepada umat Islam agar beriman hanya kepada Rasul . Juga banyaknya ayat – ayat yang menerangkan tentang perbuatan para ahli kitab . Itulah mengapa saat ini umat Islam seluruh dunia mengatakan yang dimaksud ahli kitab itu adalah ahli kitab Taurat dan Injil ( Qs Al Maidah ; 68 ) dan bahwa tidak ada lagi Rasul setelah Nabi Muhamad ,agar umat Islam beriman kepada para ulama .Para ulama menyadari bahwa hanya Rasul Allah yang mengetahui penyesatan yang mereka lakukan . Maka diubah / dibuatlah berita di dalam tafsir dan hadist yang mengingkari diturunkannya kembali Rasul

“ Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri lalu dikatakannya : “ini dari Allah” untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dari perbuatan itu…”,Qs Al Baqarah ; 79 . Dengan maksud agar kelak umat Islam tidak akan beriman kepada Rasul Allah tersebut .Peringatan Allah bagi hamba yang beriman agar tidak tersesat :

Peganglah dengan teguh apa yang telah Kami berikan kepadamu ,serta ingatlah selalu dan amalkan apa yang tersebut di dalamnya supaya kamu menjadi orang – orang yang bertaqwa  “.Qs Al A’Raf ; 171 .

Hadist adalah sarana bagi para ulama untuk menjadikan umat Islam taat kepada mereka /golongannya .Hukum – hukum Allah di dalam Al Qur’an karena tidak menguntungkan sama sekali bagi mereka maka digantikan dengan hukum – hukum mereka dengan mengatas namakan / memfitnah (As sunnah) Nabi Muhamad .Hukum ketauqidan mereka ganti dengan hukum musyrik dan syirik ,Allah menyebutnya dengan hukum jahiliyah ( Qs Al Ma-idah ; 50 ) .Karena itu timbullah keinginan para ulama untuk membukukan hadist – hadist Nabi muhamad Mengetahui jumlah hadist saat itu sangat banyak sekali apalagi setelah diketahui ternyata sangat banyak sekali hadist – hadist yang lemah atau palsu .Baru pada masa pemerintahan Umar bin Abdl Aziz (717 – 720 M) maka dibukukanlah hadist – hadist tersebut . Dimana akhirnya timbullah beberapa madzab yang termasyur yaitu madzab Hanafi ,syafi’i ,Maliki dan Hambali .Sebagian dari mereka pun adalah murid dari Ibnu Abbas .Inilah awal sejarah pecahnya Islam menjadi golongan – golongan dan mereka itulah orang – orang musyrik  (penjelasan Qs Ar Rum ; 31 ,32 dan Qs Al Mu’minun ; 52 – 54) .Allah berfirman :

Dan diantara manusia ada yang mempergunakan hadist (perkataan yang tidak berguna) untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok – olokan .Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan “.Qs Luqman ; 6 .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s